Langsung ke konten utama

Postingan

Review : Dorama Cheers Dance/ We are Rockets

Assalammualaikum.. Untuk beberapa hari ini, saya mulai ketagihan dengan dorama lagi. Mendadak saya mulai rindu dengan dorama. Rindu dengan cerita-ceritanya yang lebih simpel. Setelah saya menonton dorama Koinaka (nanti akan segera saya review), saya langsung mulai menonton dorama Cheers dance. Ceritanya keren banget, dari nonton episode 1 sampe 10 saya selalu menangis. Terharu dengan ceritanya, gimana caranya bisa ngebentuk club cheers dance   dari nol, yang selalu diremehkan teman-temannya. Karena mereka menganggap tidak mungkin bisa sampe ke kejuaraan Cheers Dance tingkat Nasional. Dan akhirnya bisa dibuktiin, mereka berhasil, meskipun Cuma sampe juara 2. Masih belum bisa mengalahkan Cheers dance JETS. (foto diambil dari google) Ini dorama kedua setelah Rookies, yang ngebuat saya bisa langsung nangis terharu dan agak merinding ngeliatnya. Entah apa emang saya ini orangnya mudah tersentuh, jadi gampang banget nangis. Ato memang ceritanya memang bagus banget, saya juga ga...

Kenapa suka Dorama?

Kalo saya disuruh milih, J-drama, K-drama, Tw-drama, C-drama, ato Thai-drama Mana yang akan saya pilih? Jawabannya pasti J-drama. Entah kenapa saya sangat menyukai J-drama daripada drama asia yang lain. Kalo mau saya bandingkan dengan C-drama, J-drama jauh lebih simpel ceritanya, hanya sampe 11 episode aja sudah langsung dapet pesan moralnya. C-drama itu menurut saya paling banyak episodenya, Cerita yang baguspun bisa sampe 32-37 episode, dengan permasalahan yang sangat rumit. J-drama genrenya beragama, dan bisa tetap saya nikmati. Sekalipun dengan genre keluarga, triller, detective, kuliner. Oke, para pemain di J-drama kalo dibandingkan dengan K-drama atopun C-drama pasti kalo kalian mau liat karena gantengnya, J-drama pasti kalah. Wajah mereka ga seganteng para pemain drama Korea dan drama Mandarin. Kalo saya mau liat karena gantengnya, ga bakal saya nonton dorama (sebutan untuk J-drama). Saya juga penikmat lagu-lagu Jepang. Mulai sangat fanatik, saat saya ...

The Endless Love C-Drama

Assalammualaikum.. Saya itu pecinta Drama Asia. Mungkin untuk teman-teman terdekat saya, mereka pasti tau hal itu. Dulu, waktu jaman masih Sd, saya sudah suka dengan drama Jepang (Dorama),TW-drama (Taiwan Drama), K-drama (Korean Drama).  Saat saya kuliah, mulai penggila K-drama, lalu langsung beralih ke J-drama. Dan mulai sangat fanatik dengan J-drama. Banyak banget dorama yang sudah saya tonton saat kuliah. Setelah lulus kuliah, saya mulai kembali suka menonton Tw-drama, K-drama dan akhir-akhir ini juga C-drama (Chinesse Drama). Kali ini, saya akan review tentang C-drama yang baru aja saya tonton. Dan ini bisa dibilang masih baru juga yaa.. Tahun 2017 akhir, drama ini mulai tayang. Judulnya The endless love. Drama ini menceritakan tentang  Pelukis berbakat muda Gu Ye Bai yang dipengaruhi oleh penyakit mental. Baginya, dunia telah kehilangan semua warna. Saat mempersiapkan kompetisi seni internasional, terjadi kecelakaan yang membuatnya sangat khawati...

Webtoon Cheese in the Trap vs dramanya, lebih bagus mana?

Asalammualaikum... Kali ini saya bahas lagi tentang cheese in trap. Saya suka banget drama ini, meskipun ada beberapa scene yg membuat saya bingung sendiri. Mungkin karena saya sendiri ga baca komiknya di webtoon, jadi saat nonton dramanya jadi rada bingung. Meskipun saya sudah nonton berkali-kali untuk mencerna beberapa scene dari ceritanya. Beberapa hari kemudian, saya mulai baca komiknya. Dan saya langsung paham dengan ceritanya. Semua yang ada di dramanya memang kurang mendetail seperti komiknya. Karena ceritanya yang lebih mendetail, jadi saya paham alur cerita dari dramanya. Beberapa scene yg bikin saya penasaran, akhirnya terjawab juga 😂😂😂 Contohnya, saat scene Seol dibuntuti sama yeonggon yang katanya itu karena Jung yang nyuruh. Dia bilang kalo Seol dengan Yeonggon itu memang serasi.  Di scene itu saya penasaran alasan Jung kenapa bilang kayak gitu. Karena di drama, Jung ga ngejelasin sama sekali.  Tapi waktu di komik, Jung cerita alasannya kenapa dia ...

Review : Drama cheese in the trap (2016) vs movie cheese in the trap

Assalammualaikum.. Saya termasuk salah satu penonton drama cheese in the trap yang telat banget. Dulu adek saya semangat banget cerita kalo cheese in the trap diangkat jadi drama. Awalnya saya tau memang dari komik. Dan saya tidak menanggapi ocehan adek saya yang menggebu gebu membahas drama itu. Akhirnya, saya baru mulai nonton drama itu. Pertama kali saya mulai nonton, langsung jatuh hati dengan ceritanya. Park Hyu Jin berhasil banget perankan Yu Jung. Dia benar-benar membuat jalan drama ini benar-benar hidup. Park Hae Jin dengan Kim Go Eun benar-benar dapat chemistrynya menurut saya. Itu yang membuat saya akhirnya merasa sedih dengan ending cerita yang menggantung. Drama Cheese in the trap ini, menceritakan tentang Hong Seol, mahasiswa yang baru masuk setelah mengambil cuti kuliah. Kemudian dia bertemu dengan Yu Jung, kakak tingkat yang baru masuk kuliah dan sangat populer karena kesempurnaan dia saat perkumpulan mahasiswa baru. Singkat cerita, mereka akhirnya berpacaran. Dan ...

Berhenti food combining? Ada dampaknya?

Sejak saya menikah Februari 2017, pola makan saya yang biasanya teratur akhirnya terganggu.  Saya yang setiap pagi selalu rutin sarapan buah dan minum jus, makan siang dan malam mengikuti pola makan yang sesuai juglak ( siang hari : karbo + protein nabati + sayur ; Malam hari : Protein hewani + sayur) Akhirnya perlahan-lahan berubah. Untuk beberapa saat masih bisa saya atasi, dengan terkadang masih tetap menggunakan pola makan food combining. Tapi, semakin lama pola makan ini mulai tidak beraturan dan akhirnya sedikit saya tinggalkan. Berhubung saya setiap bulan berkunjung ke rumah mertua, yang memang pola makannya 3x sehari harus mengkonsumsi nasi, itu mempengaruhi juga. Mungkin mertua saya merasa aneh dengan pola makan saya yang tidak sarapan pagi dengan nasi. Saya selalu menolak untuk sarapan dengan nasi dan lebih memilih untuk sarapan dengan buah. Sempat bertanya, apa saya tidak lapar hanya mengkonsumsi buah saja. Saya jawab tidak. Karena memang kondisi tubuh saya su...

Gemuk? Apa itu selalu jadi masalah untuk orang lain?

Komentar orang sekitar kita, kadang memang bisa membuat kita merasa tertekan.  Btw, beberapa orang pernah blg kalo merasa kurang senang ketika ada yang membahas masalah berat badannya.  Karena sebenarnya wanita itu paling sensitif jika membahas berat badan mereka bertambah. Ada yang sampe tertekan dengan komentar yang tidak berhenti membahas masalah berat badan yang tidak kunjung berkurang. Beberapa contoh omongan yang akan membuat mereka merasa tidak senang seperti : " ya ampun... kamu sekarang tambah gemuk yaa..." (omongan orang yg uda lama ga ketemu, langsung ngomong kayak gitu). " Itu lemaknya kok dibawa semua sih.." " Kurusin dong... masa kamu ga bisa ngurusin badan kayak dulu?" Mungkin orang yg mengatakan itu ga sadar, kalo omongan mereka itu bisa menyakiti perasaan orang lain.  Btw, saya termasuk orang yang seperti itu. Merasa terganggu dengan omongan orang yg bahas masalah berat badan bertambah.  Dulu, apalagi jaman SMA h...