Untuk pertama kalinya saya membaca sebuah novel yang ceritanya mungkin sedikit rumit. Novel yang menceritakan perselingkuhan, dan baru pertama kali juga saya membaca buku yang kemudian saya memikirkan "kenapa ceritanya harus seperti ini". Cerita yang bener2 bikin saya jadi kepikiran. Dimana pemeran utama harus memilih antara tetap melanjutkan hubungan perselingkuhan yang dimana dia sangat mencintai lelaki itu, ato apakah dia akan mundur. Membiarkan lelaki itu hidup tenang dengan istrinya.
Saya sebagai pembaca jadi ikut mikirin nanti itu harus seperti apa. Disatu sisi, saya paham yang dirasakan oleh nadya. Karena saya juga dulu pernah merasakan hal tersebut. Bukan berarti saya itu pernah berselingkuh dengan lelaki yang beristri. Tapi pernah berpikiran ga ada yang lebi baik dari orang itu. Sampe dimana saya dikatakan "bodoh" oleh teman saya. Karena tetap mempertahankan hubungan yang tidak baik itu. Tidak baik dalam artian "dia memperlakukan saya dengan seenaknya". Dan bodohnya saya dulu mau2 aja.
Oke, kembali lagi dengan novel yang saya baca. Oya, judul novelnya itu soulmate.com. jadi, itu menceritakan tentang Nadya yang selalu gagal dalam hubungan percintaan. Secara tidak sengaja dia menumpahkan semuanya di blognya. Dan mulai ada yg memberikan komen diblognya. Yang akhirnya orang itu mulai berhubungan dengan nadya. Dan ternyata lelaki itu telah mempunyai istri. Hubungan terlarang yg akhirnya dijalani oleh Nadya dan lelaki itu.
Dan endingnya seperti apa? Kalian harus baca sendiri yaaa.. bener2 bikin kita jadi kesel sendiri waktu ngebacanya.
Assalammualaikum.. Perasaan seperti apa yang kalian rasakan disaat hamil? Bahagia kah? Ato sedih? Untuk saya yg merasakan kehamilan kedua ini, merasa bahagia campur sedih dan takut. Bahagia, karena akhirnya merasakan hamil lagi. Sedih karena ternyata saya sudah tidak bisa produktif seperti biasanya. Takut, karena saya sedikit trauma dengan kehamilan saya yang pertama. Dimana dulu di vonis BO. Saat kehamilan kedua ini, saya gampang parno. Sedikit-sedikit saya langsung periksa ke dokter. Bayangan yg dulu itu ternyata masi ada. Tapi selalu tenang saat dokter bilang, "bagus. Kantong janinnya membesar sesuai ukuran". Produktifitas saya benar-benar menurun. Saya yg biasa aktif motret makanan, akhirnya menyerah untuk tidak terima orderan untuk foto katalog. Badan saya sudah tidak bisa diajak kompromi. Tidak hanya itu, saat masak pun saya juga sudah tidak bisa lama2. Kepala saya langsung pusing. Tapi, diam-diam saya menikmati setiap prosesnya. Dimana saya selalu mensyuku...
Komentar
Posting Komentar